Notes

Indonesia dan Zona Waktunya

Lagi heboh masalah penyatuan zona waktu di Indonesia. Rencananya pada bulan September nanti pemerintah akan mengganti zona waktu Indonesia yang sebelumnya ada tiga menjadi satu zona waktu saja. GMT +8 akan dijadikan patokan waktu di Indonesia.

Katanya sih hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam perdagangan. Selain itu katanya juga jika satu zona waktu diberlakukan dapat menghemat pemakaian listrik hingga 1,6 Trilyun pertahunnya.

Ada yang pro dan ada yang kontra pastinya dengan rencana penyatuan zona waktu ini. Ada efek positif dan ada efek negatifnya pasti.

Menurut pandangan saya secara pribadi jika kebijakan ini jadi ditetapkan, hal yang paling berpengaruh adalah kebiasaan. Dimulai dari pagi, di Padang jam 6 pagi (GMT +7) itu masih sedikit gelap. Jika dimajukan 1 jam, artinya itu sama dengan jam 7 pagi. Sudah bisa dipastikan saya akan telat jika ketiduran dan bangun jam segitu. Waktu bangun dimajukan satu jam. Oke, tidak terlalu buruk. Bangun pagi itu lebih sehat *menghibur diri*.

Tapi itu di Padang yaa.. Waktu subuhnya sekitar jam 5 (GMT +7) jadinya waktu subuh adalah sekitar pukul 6 (GMT +8). Semakin ketimur tentu lebih pagi lagi. Teman-teman muslim yang tinggal di Jayapura misalnya tentu waktu subuhnya menjadi sekitar jam 3 atau jam 4 pagi (GMT +8). Katanya lagi, penyamaan zona waktu juga diikuti penyamaan jam kegiatan perkantoran di seluruh Indonesia. Jika kegiatan seperti sekolah atau kantor ditetapkan serentak dilakukan pada pukul 8 pagi (GMT +8), di Padang pukul 8 pagi itu mungkin benaran masih pagi, pukul 7 kalau waktu normalnya. di Jayapura? Udah siang banget.!! Pukul 9 kalau waktu normalnya (GMT +9).

Itu baru pagi, siangnya jika waktu istirahat (secara nasional) adalah pukul 12 (GMT +8) maka waktu zuhur di Padang jadinya adalah pukul 13. Akan kah waktu istirahat siang di Padang jadi selama itu ? :lol:. Semakin ke wilayah timur maka… Saya bingung ngitungnya. Itung sendiri deh. hahahah *dikeplak*.

Kebijakan menjadikan Indonesia ini mengambil patokan pada China yang sudah terlebih dahulu sukses menerapkan satu zona waktu di Negaranya.

Mengutip ucapan Bapak Jusuf Kalla pada sebuah situs berita :

Di seluruh dunia, tidak ada negara berentang panjang 5000 kilometer memiliki satu zona waktu, kecuali China. Itu pun karena keputusan Partai Komunis China pada 1949 untuk mengontrol kekuasan.

NAH LOH!!

KESIMPULAN

Secara geografis kebijakan satu zona waktu ini mungkin tidak cocok untuk di terapkan di Indonesia. Belum lagi sebagian besar penduduk di negara ini beragama Islam. Toh jika nantinya ada lagi kebijakan mengenai jam masuk kantor dan jam istirahat diserahkan kepada masing-masing daerah disesuaikan dengan letak geografis masing-masing ngapain susah-susah merubah zona waktu.

Udah sekian aja. Tumben loh saya bikin postingan agak serius *bakar menyan*. Semua tulisan diatas itu menurut pandangan pribadi saya loh yaa.  Gimana menurut teman-teman.? Please correct me if i’m wrong 🙂

20 Comments

  • uda zami

    hmm sepakat, pertimbangan indonesia kurang matang.

    Saya juga mau share kasus di Mesir. Seperti yang maklum diketahui, untuk wilayah bermusim 4, lazim yang namanya daylight time alias waktu saat musim panas. Biasanya di musim panas, jam dimundurin satu jam karena memang di musim panas itu, matahari betah lama2 di laingit, makanya dimundurin satu jam agar waktu paginya terasa “normal”.

    Namun di mesir, paska revolusi, pemunduran waktu daylight time ini tidak diberlakukan lagi karena dianggap warisan zaman “Mubarak”. Walhasil sekarang kita terpaksa terbiasa bangun subuh itu jam 3 Pagi. Dan mataharinya terbit pukul setengah 5 pagi. Coba bayangin perasaan kita yang suka matok waktu pagi itu baru dimulai pukul 6 pagi 😀

    Nah sekarang kalau mau puasa itu, di mesir harus kuat nahan dari pukul setengah 3 pagi sampai pukul 7 malam Dengan hawa panas yang luar biasa #curhat

    Reply
  • Fhia

    “Jika kegiatan seperti sekolah atau kantor ditetapkan serentak dilakukan pada pukul 8 pagi (GMT +8), di Padang pukul 8 pagi itu mungkin benaran masih pagi, pukul 7 kalau waktu normalnya. di Jayapura? Udah siang banget.!! Pukul 9 kalau waktu normalnya (GMT +9).”

    berarti di Jayapura bisa bangun lebih siangan sebelum beraktifitas.
    *mikir buat pindah*

    fhia juga puyeng masalah kebijakan yang ini

    Reply
  • awin

    “Tapi itu di Padang yaa.. Waktu subuhnya sekitar jam 5 (GMT +7) jadinya waktu subuh adalah sekitar pukul 6 (GMT +8). Semakin ketimur tentu lebih pagi lagi. Teman-teman muslim yang tinggal di Jayapura misalnya tentu waktu subuhnya menjadi sekitar jam 3 atau jam 4 pagi (GMT +8). Katanya lagi, penyamaan zona waktu juga diikuti penyamaan jam kegiatan perkantoran di seluruh Indonesia. Jika kegiatan seperti sekolah atau kantor ditetapkan serentak dilakukan pada pukul 8 pagi (GMT +8), di Padang pukul 8 pagi itu mungkin benaran masih pagi, pukul 7 kalau waktu normalnya. di Jayapura? Udah siang banget.!! Pukul 9 kalau waktu normalnya (GMT +9).”

    serius deh masalah perubahan waktu ini bikin puyeng yeng yeng yeng =,=

    Reply
  • labhki_blog

    mantap juga nih ^^

    Reply
  • jarwadi

    saya sendiri pusing mas, semoga saja di jogja, jam ngantor menjadi lebih siang dari biasanya, hehehe, tapi yang di jayapura pasti akan jauh lebih pagi 😀

    Reply
  • Aul Howler

    setuju banget deh sama bang rian.

    gimana jadinya kalo indonesia yg secara geografis mesti 3 pemb waktu disamain waktunya??

    ckckck

    Reply
  • ibnuch.com

    Aku masih rada bingung 😀
    Save dulu lah. . .XD

    Reply
  • Dhafian

    Heee… kurang nyantol nih saya,..

    Reply
  • fanz

    semoga ga jadi. sumpeh ribet banget jadinya kalo penyatuan zona waktu di terapkan. ga kebayang deh

    Reply
  • Pendar Bintang

    Di Bali waktu Subuh jam 5 kalau di samakan dengan WIB jadi jam 6 ya? Rasanya kesiangan….karena jam 6 waktunya masak dan bersih2 rumah (sok jadi emak2, sok rajin :D)

    Jadinya lagi, kalaubiasanya pulang ke Jawa ambil penerbangan terakhir berangkat jam 21:00 sampai Surabaya 20:45 masih sore tapi ntar ga bisa gitu lagi dunk ya?
    Membingungkan….

    Reply
  • aspadani

    sebenarnya waktu tu ngak perlu dipermasalahkan toh sama aja kegiatannya dengan biasanya yang perlu kita lakukan beradaptasi, pasti disesuaikan kok dengan waktu biasanya..

    Reply
  • arif

    yup,mendingan dana yg akan digunakan utk penyatuan zona waktu itu digunakan utk hal lain yg lebih nyata kekurangannya. seperti pasar tradisional, pemerataan pendidikan di pelosok, peruhaman utk wilayah kumuh dan bantaran kali, dll

    Reply
  • Will A Unified Time Zone Work For Indonesia? · Global Voices

    […] to blogger Rusrian Yuzaf, the time change will influence people's habits including prayer habits of Indonesian Muslims. Teman-teman muslim yang tinggal […]

    Reply
  • Fhia

    hmm…

    Reply
  • birthday party

    setiap 15 derajat kan perbedaannya ..

    Reply
  • hariesaja

    Soal perubahan zona waktu itu, apa berlaku juga untuk jadwal sholat? *kok berasa aneh ya”

    Reply
  • jay boana

    masih bingung nih mencerna hal ini bro

    Reply
  • arikaka

    baru denger malah ada yang kaya begini -__- kalo bener2 ditetapin kacau deh.

    Reply
  • oborooodagiri

    emang bisa yaaaaaaaaa waktu di tarik ulur kayak gitu…….. hummmmmmmm….. (*garukgaruk gak ngerti… wkwkwkwkkk

    posting yang bermanfaat…
    salam kenal…………

    Reply
  • Lowongan Kerja 2013

    sebagai warga indonesia yang baik sebaiknya kita patuhi saja sob dan follow apa kata mereka. Pastinya sudah dipikirkan sisi buruknya, bw thanks infonya

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.