Berawal dari tidak sengaja nemu video ini di youtube.
Akan sekeren itukah teknologi di 2021? Kalau tahun ini ga jadi kiamat 2021 saya masih hidup, umur saya pada waktu itu adalah 32 tahun. Udah jadi bapak-bapak. Mungkin saja umur segitu saya udah punya anak dua .
Tiba-tiba saja teringat ketika sekitar setahun yang lalu saya dan beberapa orang sahabat mengadakan farewell party. Sebuah pesta perpisahan kecil-kecilan karena mereka pindah ke kota lain. pulau lain. Masih di Indonesia sih.
“Sepuluh tahun lagi mungkin kita bisa bikin reunian. Di tempat ini! ” Kata salah satu sahabat saya.
“Sepuluh tahun lagi gue mungkin lagi di Jepang. Ijin telat” Jawab saya sambil tertawa.
(Gambar dari blog.bufferapp.com)
Ingin jadi apa 10 Tahun lagi? sebuah pertanyaan dari @ferfau yang juga sekitar setahun yang lalu sampai hari ini juga masih kepikiran dan menjadi sebuah pertanyaan yang besar yang terus menunggu jawaban. 10 Tahun lagi saya sedang apa? sedang dimana?
Kalau sedang online di PC atau Laptop, blogwalking adalah suatu rutinitas yang cukup sering saya lakukan selain ngetwit. Sekedar baca-baca postingan terbaru di blog teman. Meski kadang-kadang saya memilih hanya menjadi seorang Silent Reader yang cuma baca postingan orang tanpa meninggalkan jejak diblog tersebut. Sukur-sukur kadang dapat ide buat bikin postingan baru.
Saya sering banget nyasar ke blog-blog yang punya tulisan dan info-info yang disampaikan keren. Tapi karena beberapa hal yang mengganggu kenyamanan dalam berblogwalking. Akhirnya saya malas untuk berlama-lama diblog tersebut. Buat kembali pun terkadang juga males.
Berikut adalah hal – hal yang membuat tidak nyaman kalau blogwalking menurut versi saya. Sebagai bahan renungan buat diri sendiri agar tidak melakukan hal yang sama. Mungkin teman-teman juga ada yang merasakan hal yang sama.
SKRIPSI! Sebuah kesibukan duniawi yang beberapa bulan terakhir menyita cukup banyak waktu saya. Ya, memang sudah tiba waktunya. Kalau dipikir-pikir sudah terlalu lama saya berada dikampus. Sudah saatnya untuk diselesaikan. Ribet? Emang. Dan tidak bakal selesai kalau tidak dikerjakan.
Semoga sampai akhir tahun ini semuanya dapat terselesaikan.
Disclaimer : Postingan ini mengandung banyak gambar
Dibelakang saya ini adalah keindahan Gunung Singgalang dan pemandangan Gunung Marapi tepat di depan depan saya. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan pemandangan Marapi. Saya bisa sampai disini bukanlah sebuah kesengajaan. Bahkan tanpa ada niat sebelumnya tau-tau udah nyampe aja. hehehe.
Postingan kali ini saya mau review sedikit tentang Sotoji. Jadi, sekitar dua minggu yang lalu saya menerima paket dari Sotoji. Tapi paketnya agak terlupakan karena dua minggu belakangan saya juga sedang menghadapi UTS.
Apa itu Sotoji ? Sotoji itu adalah singkatan dari Soto Jamur Instant. Jadi Sotoji ini masih merupakan sebuah produk UKM yang mungkin saja nantinya bakal menembus pasar makanan instant nasional.
Sebagai anak kos, kelaparan tengah malam itu sudah biasa. Paling males keluar sekedar buat nyari nasi goreng. Akhirnya cek stok makanan saya teringat kiriman sotoji dua minggu yang lalu masih belum dibuka. Tidak ada salahnya untuk dicoba.
Kemasannya kayak gini
Walaupun ini masih produk UKM, pengemasannya bagus kok. Ngga kalah dengan pengemasan produk makanan instant lainnya. Isinya sohun, bukan seperti mie instant kebanyakan. Dan yang membuatnya berbeda adalah jamur tiram dengan tekstur kasar mirip ayam suir. Sepintas bentuk jamurnya mirip bawang goreng.
Bingung ini sotoji mau diapain? Tenang, dibagian belakang kemasannya ada cara penyajiannya kok. Tapi sebagai anak kos yang ngga mau repot saya sama sekali tidak menjalankan saran penyajian dibelakang kemasan. Langsung seduh air panas saja. Yang penting jadi – makan – kenyang. Kalo pernah jadi anak kos pasti paham. Hehehe
Direndam sekitar 10 menit, Sohun dan Jamurnya saya rasa sudah cukup lunak, dicampur semua bumbu-bumbu yang ada didalam kemasan. Maka jadi lah Sotoji Polos Tanpa Telor ala Chef Rian
Aromanya khas banget. Cuma diseduh doang bisa kayak gini. Apalagi kalo diolah secara benar. Dan satu lagi poin pentingnya adalah, walaupun sotoji ini masih produk UKM, tapi udah punya izin Depkes RI dan label halal MUI nya loh.
Saat ini sotoji belum dipasarkan secara luas. Teman-teman yang mau memesan bisa langsung mengunjungi websitenya di http://www.sotoji.com . Makasih buat sotoji yang udah mengirimkan samplenya untuk seorang Rian .