Blogger – Sebuah Sebab Akibat

Hello, It’s me again.

Kemarin (27 Oktober) adalah Hari Blogger Nasional. Masih ada yang merayakannya ngga ya?

Tidak terasa telah lebih satu tahun berlalu sejak postingan terakhir pada blog ini, dan mungkin sudah lebih dari 5 tahun terakhir blog ini tidak dikelola dengan baik karena memang ada unsur kesengajaan dibaliknya. Lalu tiba-tiba saja saya merasa perlu untuk mengupdate blog ini kembali karena kemarin sempat rame juga teman-teman blogger lupa password yang juga menulis karena hari blogger nasional.

Dulu Kenapa Ngeblog?

Saya bahas ini dulu. Ini adalah sebuah pertanyaan yang cukup mengganggu saya belakangan ini. Hal Ini berkaitan dengan keengganan saya untuk menulis blog lagi, namun sebenarnya pengen banget nulis.

Flashback jauh ke tahun 2007, ketika saya masih kelas tiga SMA. Mata pelajaran TIK menjadi mata pelajaran favorit saya waktu itu karena ada materi tentang dasar HTML. Dari sana saya mulai memahami bahwa sebuah website di internet dapat dibuat dengan menggunakan si HTML ini.

Saya selalu merasa kagum setiap kali membuka web berita seperti MSN yang populer pada masa itu dan selalu penasaran cara bagaimana cara membuat website yang bisa menampilkan tulisan saya sendiri di internet.

Sampai suatu hari, entah bagaimana ceritanya saya berhasil membuat blog pertama pada platform Friendster. Isinya hanya beberapa tulisan random yang saya copas entah dari mana. Bahkan saat itu saya tidak paham bagaimana caranya mengunggah gambar karena bahasa inggris yang sangat terbatas.

Rasa penasaran tersebut berlanjut ketika saya pindah ke Padang setelah lulus SMA, dimana akses internet di kota ini jauh lebih cepat daripada di kampung saya. Berbagai pengetahuan baru saya dapatkan seiring mulai pahamnya saya memanfaatkan google untuk mencari informasi apapun. Termasuk awal saya mengenal wordpress.com dari sebuah blog (saya lupa blog nya apa) yang rajin membagikan anti virus PCMAV secara gratis.

Singkat cerita, dari titik tersebut saya mulai akrab dengan istilah blogwalking, kopdar, tukar link, domain, hosting dan berbagai istilah lainnya yang pastinya akrab dengan para blogger dimasa itu.

Ngeblog Dapat Apa?

Sejak dari awal bikin blog dulu, kesenangan terbesar saya pada aktifitas ngeblog ternyata bukan pada aktifitas menulisnya, melainkan pada aktifitas ngoding dan setting blognya. Aktifitas yang sampai detik tulisan ini dibuat malah saya jadikan profesi sampingan.

Saya bisa menulis dengan lebih terstruktur adalah bonusnya. Tulisan-tulisan saya jaman dulu sebagian besar masih bisa diakses. Sebagian lainnya sudah saya turunkan karena malu-maluin dan ngawur dengan tata bahasa yang aneh. Tipikal tulisan remaja labil pada masa itu. Tapi itu adalah bagian dari proses.

Karena blog jugalah saya memiliki banyak teman dan kenalan diberbagai daerah. beberapa diantaranya malah jadi sahabat hingga saat ini.

Keresahan

Masalahnya dimulai sejak awal tahun 2013.

Saat itu internet yang sebelumnya asyik dan seru mulai terasa tidak lagi menyenangkan. Tidak usah diceritain panjang-panjang. Kalian pasti tau lah sebabnya hehehe.

Perlahan tapi pasti, internet mulai dipenuhi orang aneh dan barbar yang berlindung dibalik kata kebebasan berpendapat. Kepleset jari di sosial media bisa bikin kena doxing.

Pertengahan 2014, saya pindah ke Jakarta. Kepindahan saya ke Ibukota diiringi dengan mengurangi kebiasaan saya yang dulu sangat oversharing di sosial media. Bukannya gimana-gimana, tapi tinggal sendirian di Ibukota membuat saya tidak merasa aman jika masih lakukan kebiasaan tersebut.

Kebiasaan baru ini berlanjut sampai hari ini. Setidaknya saya berhasil menahan diri untuk tidak oversharing diblog, maupun akun mesia sosial.

Apakah ada efek sampingnya? Tentu saja ada. Salah satunya adalah Saya sering lupa untuk mendokumentasikan momen-momen seru kehidupan pribadi. Walalupun tidak akan dishare, seharusnya tetap harus ada dokumentasi untuk diceritakan dihari tua yaa kan? *dikeplak*

Masih mau ngeblog?

Jawabannya masih dong.

Walaupun belakangan lebih banyak tulisan yang berakhir menjadi draft dibandingkan yang terbit. Bagi saya menulis (blog) masih menjadi media untuk bisa tetap waras. Terlepas dari masih ada atau tidak ada lagi yang membaca blog ini. Sepanjang tidak kepikiran buat pensiun jadi blogger, kayaknya blog ini bakal tetap diupdate walaupun cuma sesekali.

Akhir kata, selamat hari blogger nasional untuk kalian yang masih merayakannya.

3 thoughts on “Blogger – Sebuah Sebab Akibat

  1. Setidaknya 2022 sudah peningkatan yah Bang, updatenya 2 kali (karna ada endorse)
    Tahun-tahun sebelumnya sekali

    Kalau ketawa kurang ajar nggak ya aquh

    Ayo dong resolusi 2023 post 3 kali
    2024 post 4 kali
    2028 Post 8 kali
    Dan seterusnya

    Nanti 2053 post berapa kali ya..
    *lalu ngitung*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.